Lewati ke konten
Kembali ke Katalog Hama
Foto hama Tikus Sawah
Fokus Utama Temuan Survei

Tikus Sawah

Rattus argentiventer

Hama utama temuan survei di Desa Kertawangun sejak awal 2026. Menyerang padi mulai fase pembibitan hingga menjelang panen dengan cara memotong batang dan memakan bulir padi.

Ciri-ciri / Gejala Serangan

  • Batang padi terpotong miring menyerupai bekas gigitan di dekat pangkal.
  • Ditemukan lubang aktif di pematang atau galengan sawah.
  • Tanaman roboh secara berkelompok/bergerombol pada satu titik.
  • Bulir padi hilang atau tercecer di sekitar tanaman yang rusak.
  • Serangan sering terjadi pada malam hari, jejak lebih terlihat di pagi hari.

Tingkat Keparahan

Ringan Beberapa rumpun terpotong di area terbatas, kerusakan di bawah 10% petakan.
Sedang Kerusakan menyebar berkelompok, mencapai 10-25% luas petakan.
Berat Kerusakan meluas dan merata di lahan, lebih dari 25% petakan gagal panen.

Cara Penanggulangan

  1. 1 Gropyokan (berburu tikus secara massal dan serentak antarpetani) terutama sebelum musim tanam.
  2. 2 Menutup dan membongkar lubang aktif tikus di pematang sawah.
  3. 3 Menggunakan bubu perangkap (trap barrier system) di sekitar area yang sering terserang.
  4. 4 Sanitasi lingkungan sawah agar tidak menjadi sarang tikus (rumput liar, gulma tinggi).
  5. 5 Pengendalian serentak satu hamparan, tidak hanya di satu petak, agar hama tidak berpindah.
  6. 6 Berkoordinasi dengan PPL untuk penggunaan rodentisida sesuai anjuran bila serangan berat.
Informasi ini adalah pengetahuan awal untuk membantu Anda mengenali gejala serangan hama secara mandiri. Untuk rekomendasi penanganan yang sesuai kondisi lahan, tetap konsultasikan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).